KONSEP ASKEP

  1. PENGKAJIAN
    1. Biodata:
      1. Nama :untuk membedakan pasien satu dengan yang lain kaqrena banyak orang yang namanya sama.
      2. Umur : pada glomerulo nefritis terjadi pada usia

Pada wanita usia 40-60 tahun glomerulonefritis progresif

Anak-anak :nefrosis lipoid

Remaja & dewasa :fokal glomerulo sclerosis

  1. Jenis kelamin :pada glomerulonefritis tidak ada perbedaan jenis bkelamin, biasanya wanita membranosa idiopatik
  2. Alamat
  3. Pekerjaan
  4. Pendidikan :sebagai acuan dalam memberikan pendidikan kesehatan yang berkenaa dengan glomerulonefritis
  5. Suku/bangsa
  1. Keluhan Utama

Pada glomerulonefritis biasanya pasien mengeluh sakit kepala, malaise, nyeri panggul, edema wajah

  1. Riwayat Penyakit Sekarang

Yang perlu di dikaji diasanya pasien mengeluh adanya yang berkembang dalam beberapa minggu. Kadang-kadang dengan riwayat edema sementara beberapa bulan sebelumnya kadang-kadang episode edema awal & tak jarang pula episode tetap tampaknya dicetuskan oleh infeksi virus yang sering akibat stertokokus B hemolitikus grup A timbul letargi, anorexia, penambaha BB 15-20% akibat akumulasi cairan edema pasien biasanya tidak tanpak sakit berat . gejala yang paling nyata adalah edema umum, sering dengan asites.

  1. Riwayat Penyakit Dahulu

Pada glomerulonefritis dahulu mungkin menujukkan episode faringitis atau tonsillitis sebelumnya.

  1. Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat glomeruloneritis dalam keluarga, penggunaan obat anti inflamasi non-steroid, preparat emas organic, heroin, immunosupresif seperti siklosporin atau takrolimun & riwayat infeksi streptokokus, endokarditis atau virus.

  1. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
    1. Pola nutrisi

Pada kasus dengan glomerulonefritis :

Diet protein dibatasi jika terjadi insufisiensi renal & retensi nitrogen (Peningkatan BUN).

  1. Pola eliminasi

Klien dengan glomerulonefritis terdapat darah dalam urin, urin tampak berwarna kola akibat sel darah merah & butiran atau sediment protein & terjadi penurunan haluaran urin.

  1. Pola aktifitas

Klien dengan glomerulonefritis dianjurkan untuk tirah baring karena aktifita yang berlebihan dapat meningkatkan proteinuria & hematuria.

  1. Riwayat Psikososial

Klien mengeluh cemas karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit.

  1. Pemeriksaan Fisik
    1. Keadaan umum

Pada kasus glomerulonefritis klien tampak pucat

  1. Pemeriksaan cepalo kaudal

1. Kepala & rambut    :tidak di temukan kelainan

2. Hidung                     :tidak di temukan kelainan

3. Telinga                     :tidak di temukan kelainan

4. Mata                        :conjungtiva anemis

5. Mulur, gigi, lidah,& faring  :tidak di temukan kelainan

6. Leher & renggoroan :tidak ditemukan kelainan

7. Thorak

8. Jantung

9. Abdomen

10. Ttv : tekanan darah meningkat

  1. Penatalaksanaan

jika diduga terdapat infeksi streptococcus sisa, penisilin dapat diresepkan, tirah baring dianjurkan selama fase akut sampai urin berwarna jernih dan kadar BUN, kreatinin, dan tekanan darah kembali normal.

10. pemeriksaan penunjang

–          pemeriksaan urin

–          pemeriksaan gula darah

–          pemeriksaan serum albumin

–          pemeriksaan profil lemak

–          pemeriksaan ungsi ginjal

–          pemeriksaan srologi

–          biopsi ginjal

  1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
    1. kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal
    2. ketidak efektifan perffusi jaringan ginjal berhubungan dengan cedera pada fungsi glomerulus
    3. nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, mual. Muntah
    4. penurunan aktivitas berhubungan dengan produksi energi metabolik/pembatasan diet.
    5. infeksi berhubungan dengan depresi pertahanan imunologi
    6. gangguan psikologis cemas berhunungan dengan kukrangnya pengetahuan tentang penyakit.

RENCANA  ASKEP

  1. kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal

–          Tujuan: Volume cairan dalam tubuh dapat seimbang dan memperbaiki keseimbangan cairan

–          Kreteria hasil :

a. Terjadi keseimbanganantara pemasukan dan pengeluaran

b. TTV dalam batas normal

c. Tidak ada edema

–          Inervensi dan rasional:

1)     Monitor keseimbangan cairan secara seksama, ganti cairan sesuai cairan yang hilang (urine, respirasi, dan feces)

Rasional :mengetahui jumlah cairan yang hilang

2)     Awasi denyut jantung, tekanan darah dan CVP

Rasional :agar dapat segera mengetahui kemungkinan yang terjadi

3)     Catat pemasukan dan pengeluaran urine

Rasional :dapat mengetahui kelainan yang terjadi pada fungsi ginjal

4)     Awasi berat jenis urine

Rasional :mengetahui kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan urine

5)     Timbang BB setiap hari

Rasional :pengawasan status cairan yang adekuat

6)     Kaji kulit, wajah dan area-area yang memungkinkan terjadinya edema

Rasional :mengetahui tanda perpindahan cairan atara jaringan lain

7)     Auskultasi paru dan bunyi jantung

Rasional :kelebihan cairan dapat mengakibatkan edema paru dan gagal jantung kongesti.

  1. Ketidak efektifan perfusi jaringan ginjal berhubungan dengan cedera pada fungsi glomerulus.

–          Tujuan :meningkatkan fungsi ginjal

–          Kreteria hasil :

~ Tidak terdapat darah dalam urine

~ BUN-kreatinin, albumin dalam batas normal

~ Tidak terdapat sumbatan pada kapiler glomerulus dari proliferasi sel endotel

–          Intervensi dan Rasional :

1)     Monitor tanda-tanda vital serta atur asupan dan pengeluaran diet selama fase akut.

2)

Rasional :mengetahui dengan segera seberapa jauh perjalanan penyakit serta mengetahui kelainan yang terjadi.

2.Istirahat ditempat tidur (betrest) selama fase akut hingga BUN, kreatinin dan tekanan darah normal

Rasional :istirahat dapat ,membantu diuresi

3. Berikan obat sesuai dengan advis dokter

Rasional :membantu mempercepat penyembuhan klien

  1. Nutrisi kurang dan kebutuhan berhubungan dengan anorexia/mual muntah

Tujuan :kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi

Kreteria hasil :~BB mengalami peningkatan

~Bebas edema

Intervesi dan rasional :

  1. Kaji / catat pemasukan diet

Rasional :membantu dalam meidentifikasikan definisi dan kebutuhan diet

  1. Berikan makan sedikit tapi sering

Rasional :

  1. Berikan diet sesuai indikasi dan libatkan orang terdekat dalam pemberian diet

Rasional :memberikan pasien tindakan control dalam pembatasan diet

  1. Sajikan makanan dalam keadaan hangat

Rasional :merangsang nafsu makan klien

  1. Timbang berat badan

Rasional :mengetahui penambahan berat badan yang abnormal (edema)

  1. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolic atau pembatasan diet

Tujuan :kelelahan dapat ter atasi

Kreteria hasil :~klien tidak mudah lelah

~energi klien tetap stabil

Intervensi dan rasional :

  1. Evaluasi kelelahan, kesulitan menyelesaikan tugas dan gangguan istirahat tidur

Rasional :menentukan derajat dari efek ketidakmampuan

  1. Kaji kemampuan untuk ber partisipasi pada aktifitas yang diinginkan sesuai indikasi

Rasional :mengidentifikasi kebutuhan individual dan membantu pemulihan intervensi

  1. Rencanakan periode yang adekuat

Rasional :mecegah kelelahan berlebihan dan menyimpan energi untuk penyembuhan regenerasi jaringan

  1. Berikan bantuan dalam aktifitas sehari-hari dan ambulasi

Rasional :mengubah energi memungkinkan berlanjutnya aktifitas yang dabutuhkan, membarikan keamanan pada pasien

  1. Infeksi berhubungan defresi pertahanan imunologi

Tujuan :infeksi tidak terjadi

Kreteria hasil :tidak mengalami tanda dan gejala infeksi

Intervensi dan Rasional :

1. Biasanya untuk cuci tangan yang baik

Rasional :menurunkan resiko kontaminasi silang

2. Hindari prosedur invasive, instrument dan manipulasi yang menetap gunakan      teknik aseptif

Rasional :membatasi introduksi bakteri kedalam tubuh deteksi dalam terjadinya infeksi untuk mencegah sepsis

3. Awsi TTV

Rasional :suhu tubuh meningkat, nadi dan pernafasan merupakan tanda-tanda peningkatan laju meta bolik dari proses inflamasi

  1. Gangguan psikologi (cemas) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit

Tujuan :kecemasan dan ketakutan tidak terjadi

Kreteria hasil :~klien tanpak tenang

~klien kooperatif dengan tindakan keperawatan

Interfensi dn Rasional :

1. Ciptakan hubungan yang terapeutik

Rasional :untuk menanamkan rasa percaya pasien dan keluarga pada perawat

2. Ciptakan suasana ruangan yang aman dan nyaman

Rasional :klien akan merasa nyaman dan tenang

3. Anjurkan keluarga untuk memotifasi klien

Rasional :mencegah stress pada klien

4.Jelaskan tentang prosedur keperawatan dengan bahasa yang mudah di mengerti

Rasional :klien lebih kooperatif terhadap tindakan keperwatan

  1. Observasi tingkat kecemasan klien

Rasional :untuk menentukan intervensi selanjutnya

DAFTAR PUSTAKA

  1. S.pd, S.Kep, Ners. FRANSISCA .B.B dan M. Nurs. Dr. Nursalam. 2006

Asuhan Keperawatan pada pasien dengan gangguan system perkemihan.

Jakarta Salemba Medika.

  1. Mansjoer, Arif dkk. 1991. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga jilid I. Jakarta: FKUI
  2. Price, Sylvia, A dan Wilson, Lorraine M.1995.Patofisiologi Edisi 4 Jakarta: EGCS
  3. http://www.DirectRelief.org
Iklan